Fanpage

About Me

SELAMAT DATANG DI KIOS DARULHIKMAH

WEMBSITE BERISI PRODUK-PRODUK YANG BERKUALITAS DAN LANGKA SERTA TERBATAS PERSEDIAANYA, BLOG INI MERUPAKAN BAGIAN DARI BLOG GRIYASPIRITUAL DARULHIKMAH (WEB WWW.GRIYAHIKMAH.COM / WWW.INDOHIKMAH.BOGSPOT.COM)YANG DIKHUSUSKAN UNTUK TOKO DARULHIKMAH, ALAMAT MANANG RT 02/01 BAKI, SUKOHARJO
PRODUK TERBARU

TASBIH SAPU JAGAD PAMUNGKAS

TASBIH SAPU JAGAD PAMUNGKAS

Tasbih Sapu Jagad Pamungkas ini merupakan tasbih yang dirituali secara khusus dan melalui tirakat yang juga khusus menjadikan tasbih sapu jagad pamungkas memiliki daya kekuatan yang tinggi.

cukup lakukan sesuai tata cara penggunaan dan pakem tasbih sapu jagad ini layaknya seperti guru spiritual yang sudah melalui tirakat yang panjang, karena tasbih sapu jagad pamungkas bisa digunakan untuk berbagai keperluan sebagai berikut :

TINGKAT PRAKTISI SPIRITUAL
  • KEBAL SENJATA TAJAM, BISA DICOBA SELAMANYA
  • PENGASIH UMUM AGAR DIMULYAKAN MASYARAKAT
  • MEMBUAT PENGASIH KHUSUS PENAKLUK, PEMIKAT HATI CEPAT & LANGGENG
  • MEMBUAT PELARISAN DAGANG DAN USAHA
  • MENDATANGKAN KEKUATAN GHOIB
  • KEWIBAWAAN DAN KHARISMA TINGGI
  • UNTUK MENDATANGKAN KEKUATAN HATI
  • CARA PENGUAT PENGIRIMAN KEKUATAN RAGA DAN BATHIN
  • MEMBANTU ORANG DARI JARAK JAUH (PENGOBATAN MAUPUN PENGISIAN)
  • UNTUK MENGHANTAM MUSUH DARI JARAK JAUH
  • MENGOBATI MENANGKIS DAN MENGEMBALIKAN SIHIR/ SANTET
  • MEMBANGKITKAN RASA DAN MEMPERMUDAH MENDAPATKAN ILHAM DARI GHOIB (MELIHAT ALAM GHOIB, ALAM JIN, ALAM MAKHLIK HALUS, MELIHAT ENGHUNI GAMAN DAN PERKARANGAN)
  • MENGHALAU MENDUNG DAN MEMINDAHKAN HUJAN
  • MENDALAMI ILMU GHOIB DAN MELIPATGANDAKAN KEKUATANNYA
  • DSB
TINGKAT GURU SPIRITUAL
  • BISA MEMBUAT TASBIH SAPU JAGAD PAMUNGKAS HINGGA TINGKAT GURU
  • MENDAPATKAN MORI RAJAH GHOIBIYAH(UNTUK RAGASUKMA DAN TRAWANGAN DAN MENGISI ORANG LAIN DLL)
  • TASBIH DARI KAYU STIGI DAN GAHARU

 MAHAR :
Tingkat Praktisis Spiritual Rp. 1.500.000
Tingkat Guru Spiritual Rp. 2.700.000




Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)
PIN BB    :5EA3DC9F

PENJELASAN TENTANG WASHILAH HIKMAH

MAKNA WASILAH DALAM ISLAM

Wasilah (Nurun ‘ala Nurin)
Ungensi posisi Mursyid yang sangat penting dalam thariqah sebagai jalan menuju
Tuhan sebenarnya erat kaitannya dengan masalah wasilah yang oleh Allah
diperintahkan agar orang-orang mukmin mencarinya:

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (yang menyampaikanmu)
kepada Allah, serta berjuanglah di jalan-Nya, agar kamu menang.
(al-Maidah, 5:35)

Dari uraian-uraian berikut akan dipahami bahwa Mursyid adalah pembawa wasilah sebagaimana Jibril adalah
pembawa Buraq yang oleh Imam Zubaidi disebut sebagai kendaraan para nabi
[Syarh al-Nawawi Shahih Muslim, II: 210].

Pengertian Wasilah

Wasilah artinya alat atau menurut definisi al-Razi dan Louis Ma-luf yaitu alat yang dipergunakan
untuk mendekatkan sesuatu kepada sesuatu yang lain [Mukhtar al-Shihah,
I: 300; al-Munjid fial-Lughah: 900]. Menurut Abd al-Rauf, wasilah adalah
alat yang memudahkan sampainya sesuatu kepada sesuatu yang lain, atau
dengan kata lain yang memungkinkan tercapainya suatu tujuan
[al-Ta’arif:726]. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia hampir tidak
pernah lepas dari yang dimanakan wasilah dengan berbagai bentuknya.

Seseorang tidak mungkin bisa berkomunikasi dengan keluarganya yang tinggal di luar negri, misalnya,
tanpa menggunakan wasilah yang disebut telepon. Hubungan melalui telepon
semacam ini adalah hubungan langsung, bukan hubungan melalui perantara.
Telepon bukan perantara, melainkan alat yang memungkinkan terjadinya
hubungan langsung antara dua orang yang saling berjauhan. Perantara
sangat berbeda dengan alat (wasilah). Dalam bahasa Arab, perantara biasa
disebut dengan wasithah; bukan wasilah. Uang dan kendaraan adalah
contoh lain dari wasilah yang sangat dibutuhkan untuk mempermudah
tercapainya tujuan.

Dalam kaitannya dengan kehidupan beragama, yang dimaksud wasilah adalah alat yang digunakan untuk
menyampaikan diri kita. Dengan pengertian semacam ini, maka sudah barang
tentu alat tersebut sudah harus bisa sampai terlebih dahulu kepada
Allah, padahal tidak ada sesuatu yang dapat sampai kepada Allah kecuali
yang berasal dari Allah itu sendiri. Satu-satunya yang dapat sampai
kepada Allah hanyalah cahaya (Nur) Allah sendiri, sebagaimana tidak ada
yang dapat sampai kepada matahari kecuali cahaya matahari itu sendiri.
Dengan demikian, wasilah yang dimaksud dalam ayat 35 Surah al-Maidah
pasti bukan amal saleh, bukan pula keimanan dan ketaatan sebagaimana
yang dipahami orang selama ini, melainkan Cahaya (Nur) Allah.

Perintah Tuhan dalam ayat 35 Surat al-Maidah tersebut adalah perintah mencari wasilah, bukan perintah
mencari amal saleh, keimanan, dan ketaatan. Mengenai tiga perkara ini
perintah Tuhan yang muncul adalah mengerjakan, sehingga redaksi yang
digunakan Tuhan dalam al-Quran bukan ibtaghu, melainkan i-malu
kerjakanlah, aminu berimanlah, dan athi-u taatlah atau kata-kata lain
yang menjadi derivasinya. Jadi, kata ibtaghu carilah dalam ungkapan
ibtaghu al-wasilata menjadi kata kunci dalam memahami perintah ini.

Dalam peristiwa spektakuler Isra-Miraj, selain unsur Jibril dan Muhammad, terdapat satu unsur lagi
yang terlibat, yaitu Buraq, kendaraan para nabi. Dikatakan kendaraan ini
disebut buraq karena warnanya yang maha putih, cahayanya yang maha
terang, kecepatannya yang maha tinggi, dan segala sesuatu yang melekat
pada buraq mirip dengan kilat semuanya diluar persepsi manusia. Kata
buraq memang terambil dari barq kilat [Lisan al-Arab, X: 15]. Dalam
riwayat yang berasal dari anas bin Malik r.a. disebutkan bahwa buraq itu
lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada bagal (peranakan
kuda jantan dan keledai betina) [Shahih al-Bukhari, II: 1173; Shahih
Muslim, I: 145, 150].

Bahasa yang digunakan oleh Rasulullah SAW dalam menggambarkan karakteristik buraq sebagai kuda
terbang adalah bahasa kias (majaz). Hal itu tampaknya memang disengaja
oleh Nabi SAW agar bisa dipahami oleh akal umat sesuai dengan tingkat
peradaban dan pengetahuan mereka ketika itu; dan bahasa semacam ini
sangat sering digunakan oleh Beliau SAW dalam al-Hadis dan bahkan juga
oleh Allah SWT dalam al-Quran. Dan Allah SWT tidak mengutus seorang
rasul-pun kecuali dengan bahasa yang dipahami kaumnya agar ia bisa
memberikan penjelasan yang terang.

"Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnya agar ia memberikan
penjelasan yang terang," (Ibrahim, 14:4).

Benda tercepat yang dipahami bangsa Arab ketika itu adalah kuda untuk binatang darat dan burung untuk
binatang udara, sehingga sangat wajar apabila Nabi SAW menggambarkan
buraq sebagai binatang serupa kuda atau keledai yang bisa terbang
sebagai perpaduan antara kecepatan kuda dan burung. Sejalan dengan
perjalanan sang waktu, peradaban dan pengetahuan manusia berkembang
dengan pesat. Dari penelitian-penelitian para ilmuwan berhasil diketahui
bahwa benda yang memiliki kecepatan paling tinggi bukan lagi kuda atau
burung; kecepatan itu dimiliki oleh cahaya. Dari buku-buku fisika
diketahui bahwa kecepatan cahaya adalah 300.00 km/detik.

Andaikata Rasulullah SAW hidup dan mengalami Isra-Miraj pada abad ini, abad teknologi yang dengan
berbagai jenis kendaraan super canggih, maka dapat dipastikan bahwa
buraq yang dikendarai beliau dalam peristiwa spektakuler itu tidak akan
digambarkan sebagai kuda terbang yang lebih cepat dari kuda atau burung,
melainkan sebagai benda yang jauh lebih cepat daripada cahaya fisik,
yang tiada lain adalah Cahaya Allah sendiri, Cahaya Metafisika
Ketuhanan, yang hakikatnya hanya diketahui oleh Sang Pemilik.

Jadi, buraq adalah Cahaya (Nur) Tuhan, dan Cahaya (Nur) inilah yang disebut wasilah. Sebagaimana unsur
Jibril, keberadaan unsur buraq mutlak diperlukan dalam menempuh
perjalanan menuju Tuhan.

Lebih dari itu, amal saleh yang sering disebut-sebut dalam kasus tiga orang yang terjebak dalam goa,
sebenarnya juga kurang tepat apabila disebut sebagai wasilah. Di sini
perlu ditegaskan bahwa ketiga orang yang terjebak dalam goa itu
sesungguhnya tidak berwasilah dengan amal saleh mereka. Mereka hanya
memohon ganjaran kepada Allah atas amal saleh yang pernah mereka
lakukan, dan ganjaran yang mereka minta adalah berupa pembebasan mereka
dari jebakan batu yang menutup pintu goa itu.

Tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan ad-uka bi (wasilati) amal (aku memohon kepada-Mu dengan
(berwasilah pada) amalku); mereka hanya mengatakan:

"in kunta ta’lamu anni fa’altu dzalika ibtigha-a wajhika fafruj lana minha furjatan nara
minhassama (jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan hal itu
semata-mata karena mencari wajah-Mu, maka bukakanlah satu lobang yang
darinya kami bisa melihat langit)" [Shahih al-Bukhari, II: 739; Shahih
Muslim, IV: 2099; Shahih Ibni Hibban, III: 178-179-251-252].

Artinya, dengan menyebut amal saleh mereka, sesungguhnya mereka hanya memohon balasan untuk amal saleh
itu, yaitu berupa dibukakannya pintu goa yang tersumbat batu tersebut
[Fath al-Bari, VI: 510].

Demikian pula, pendapat bahwa al-Asma al-Husna (nama-nama Allah SWT yang paling indah) adalah wasilah
atas dasar Firman Allah SWT dan Allah SWT memiliki nama-nama yang paling
indah, maka serulah Dia dengan asma-asma itu [Al-A’raf, 7:180], juga
kurang tepat, sebab nama-nama Allah yang dimaksud semuanya sudah jelas
sehingga tidak perlu dicari lagi.

Bukankah yang diperintahkan Tuhan dalam ayat ke-35 surah al-Maidah itu adalah mencari wasilah yang
diungkapkan dengan kata-kata wabtaghu ilayhil wasilata dan carilah
wasilah (yang menyampaikan) kepada-Nya?
Lebih dari itu, terjemahan paling tepat dari ungkapan fad-uhu biha dalam ayat
ke 180 surah al-Araf tersebut adalah maka serulah Dia dengan menyebut
nama-nama itu, bukan maka bermohonlah kepada-Nya dengan (berwasilah
dengan) nama-nama itu, sejalan dengan firman Allah lainnya yang
berbunyi:

"Serulah Allah atau serulah al-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru (Tuhanmu), Dia
mempunyai al-Asma’ al-Husna." (Al-Isra’, 17:110)

Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW sedang shalat di Mekah dan menyeru
Tuhannya dengan "Ya Allah Ya Rahman atau Ya Rahman Ya Rahim." Mendengar
hal ini, orang-orang Musyrik berkata, Lihatlah orang yang bersembunyi
ini (Nabi saw); dia melarang kita menyembah dua tuhan, sementara dia
sendiri menyeru dua Tuhan. Maka turunlah ayat 110 surat Al-isra’ (17):

"Serulah Allah atau serulah al-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru (Tuhanmu),
Dia mempunyai al-Asma al-Husna." [Al-Durr al-Mantsur, V: 348; Zad
al-Masir, V: 98; Tafsir al-Qurthubi, VII: 325; Fath al-Qadir, II: 268;
Tafsir al-Thabari, XV: 182].

Walillahitaufiq

JUAL MURAH KALIGRAFI KULIT BERBAGAI MODEL








Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG


SETOK KALIGRAFI TERDAPAT BERBAGAI MODEL DAN JUGA BISA SESUAI PESANAN YANG DI INGINKAN

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

HIASAN KALIGRAFI DINDING



Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG


SETOK KALIGRAFI TERDAPAT BERBAGAI MODEL DAN JUGA BISA SESUAI PESANAN YANG DI INGINKAN

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

JUAL MURAH KALIGRAFI KULIT ASLI



Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG


SETOK KALIGRAFI TERDAPAT BERBAGAI MODEL DAN JUGA BISA SESUAI PESANAN YANG DI INGINKAN

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

GROSIR KALIGRAFI KULIT ASLI







Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG


SETOK KALIGRAFI TERDAPAT BERBAGAI MODEL DAN JUGA BISA SESUAI PESANAN YANG DI INGINKAN

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI MOTIF GAMBAR







Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG


SETOK KALIGRAFI TERDAPAT BERBAGAI MODEL DAN JUGA BISA SESUAI PESANAN YANG DI INGINKAN

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI AL QURAN







Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG
Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI KULIT GAMBAR KA'BAH





Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG
Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI ASMAUL HUSNA






Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG
Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI KULIT ASLI







Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.


Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI AYAT KURSI






Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.


Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG

Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI KULIT AYAT KURSI



Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.


Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG
Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KALIGRAFI KULIT AYAT BISMILLAH


Kaligrafi Kulit adalah merupakan kaligrafi yang bahannya terbuat dari kulit asli, dalam pembuatan kaligrafi dibuat secara khusus dan memiliki daya magis karena dalam kaligrafi tersebut telah mengandung asmak dan pengisian, yang memiliki manfaat diantaranya adalah jika di pasang di rumah maka dapat sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb, dan jika di pasang ditoko maka dapat sebagai sarana penglarisan, penarikan pelanggan dan juga sebagai washilah siker ghoib untuk perlindungan dari gangguan ghoib termasuk santet, guna-guna dsb.

Mahar Rp. 150.000

KLIK ORDER SEKARANG
Hub kami
Ustad Muhamad Nur  
085932962515 (WHATSAAP, TLP)
089692394886 (SMS)

KERTAS-KERTAS BERDAWAT EMAS

Mengenal Lebih dari 250 Kitab Langka Ahlussunnah wal Jamaah


Sinopsis:

Di tengah-tengah berkembang bebasnya sekte-sekte ideologi sesat dan aliran-aliran pemikiran cacat, umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai golongan mayoritas di dunia dan kelompok paling selamat di akhirat nyaris digoda dan kemudian dicederai. Langkah yang tepat guna menyapu sampah-sampah ideologi cacat yang bertaburan tersebut antara lain dengan mengokohkan ke-Aswaja-an umat Islam, daripada sibuk mengumbar serangan-serangan non-efektif yang acap kali bablas dan melampaui norma serta etika.

Salah satu upaya menguatkan ke-Aswaja-an dimaksud ialah dengan menghidupkan kembali sekaligus mengkaji literatur ke-Aswaja-an klasik maupun kontemporer yang belum banyak dimiliki dan digali. Buku ini turut membangkitkan motivasi umat untuk menyemarakkan kajian, memperkokoh pondasi, mempertahankan, membentengi sekaligus membina dan meningkatkan ke-Aswaja-an, dengan memperkenalkan karya-karya berharga yang di negara-negara Arab pun terbilang langka, namun cukup penting untuk dimiliki dan ditelaah hingga keimanan bertambah tebal, kebal dan perkasa.

Ironi, sejak pulang dari negeri para nabi, penulis tidak jarang atau sempat diklaim sebagai pembawa ajaran baru yang tidak sehaluan dengan ajaran Aswaja. Padahal, apa yang penulis bawa sebetulnya telah mengakar kuat di bumi Timur Tengah sejak dahulu kala, hanya saja belum sampai ke mereka yang salah mengerti di tanah Nusantara umumnya dan di kampung halaman penulis khususnya. 

Bukankah semestinya disambut hangat lalu dimasyarakatkan? Ataukah sebaiknya digugat, dihujat, dituding sesat lalu dikebiri dengan dalih tidak pernah diajarkan oleh guru A maupun guru B? Kedangkalan berpikir dan bersikap demikianlah yang juga diakibatkan oleh keterbatasan wawasan ke-Aswaja-an. Sehingga, tak ayal bila putra putri bangsa banyak berharap dan selalu dianjurkan ke luar negeri untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya. Salah satu pemicunya antara lain keterbatasan wawasan maupun pustaka yang tersedia di Tanah Air tercinta.

Seharusnya pula umat Islam Aswaja bersatu dan tidak bercerai berai, agar tidak semakin memperburuk citra kebenaran di hadapan mereka yang beriman surut, berakidah kusut, berpaham kalut dan berpikir carut marut, baik dari sekte bathil Wahabi, Syiah, liberal-sekuler dan sebagainya.

Karena itu, dalam rangka pengayaan kepustakaan sekaligus peningkatan keilmuan pembaca, penulis berharap buku petunjuk sederhana ini dapat diambil manfaatnya. Dengan catatan, masih banyak lagi karya berharga lainnya yang tidak terlampir dalam buku ini. Penulis cenderung menampilkan sebagian kitab-kitab langka recommended yang telah penulis miliki dan tentunya karangan ulama-ulama terkemuka nan terpercaya Ahlussunnah wal Jamaah, dengan tipikal berakidah Asy'ariyah wa Maturidiyah, bermadzhab salah satu dari empat madzhab mu'tabar serta berpegang teguh pada prinsip-prinsi tasawuf yang rahmatan lil 'alamin.
     


Penulis: H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc., M.A.
Penerbit: Samudra Biru Yogyakarta
Harga: Rp 40.000.-

BIOGRAFI 4 WALI KUTUB

Sinopsis:

Para nabi dan rasul adalah pilihan-pilihan Allah Swt. sebagai penunjuk umat manusia ke jalan maha benar-Nya. Tentu selamat siapa saja yang setia mengikuti petunjuk mereka. Dan betapa beruntungnya umat Rasulullah Saw. sebagai sebaik-baik umat yang telah diutus kepada mereka sebaik-baik nabi dan rasul.

Namun kini beliau telah tiada, meninggalkan pesan-pesan mulia dan juga pewaris-pewaris mulia. Bila disadari, maka pewaris-pewaris itulah yang menuntun umat masa kini untuk menjalankan pesan-pesan mulia tersebut dengan baik dan benar. Demikianlah peran penting para pewaris Rasulullah Saw. di mana tanpa mereka, umat tersesat dalam memahami pesan-pesan Baginda, apalagi menjalankannya.

Dari masa ke masa, para pewaris agung pun bersua dengan risalah-risalah cinta dan hidayah-hidayah Ilahiyah. Aneka corak perkembangan zaman juga sanggup dilalui dengan berpegang kepada pesan-pesan yang tertuang dahulu kala. Hal itu dikarenakan petunjuk para pewaris yang betul-betul mengerti kontekstualisasi sebuah teks suci. Mereka benar-benar menguasai tentang bumisasi sebuah pesan langit yang maha sakti. Tak ayal bila mereka dijuluki sebagai wali-wali Allah yang siap menjamin keselamatan hamba di dunia maupun kelak di hadapan-Nya. Tentu bukan sembarang ulama yang memiliki kelayakan menjadi pewaris dan wali. Tentu pula bukan sembarang insan yang dikukuhkan-Nya sebagai pimpinan tertinggi para wali.

Puluhan bahkan ratusan kali dalam sehari umat Islam memohon petunjuk ke jalan yang lurus melalui surat al-Fatihah (Ihdinashshiraatal mustaqiim). Satu hal yang wajib diinsafi ialah bahwasanya jalan yang lurus itu tiada lain adalah jalan orang-orang yang dilimpahi nikmat oleh Allah, sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat berikutnya. Tentu saja para wali Allah adalah orang-orang yang terdepan yang dianugerahi nikmat teragungnya. Mengikuti petunjuk merekalah jalan lurus nan pintas menuju ridha-Nya.

Mengenal mereka bukanlah misi yang sepele. Terlalu banyak tokoh dunia yang telah menyuguhkan segudang inspirasi dan motivasi, hanya dengan mengenal biografi dan perjuangan hidup mereka hingga mati. Lantas sedahsyat apaakah imajinasi yang tersalurkan bila mengenal empat wali kutub pilihan Allah sebagai penyelamat utama di muka bumi?. Setelah para nabi, para sahabat dan empat imam mazhab, maka hadirlah empat wali kutub sebagai penuntun tertinggi menuju hakikat Ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi.

Dalam hadits riwayat ad-Dailami ditegaskan bahwa menyebut kisah para wali dapat menghapus dosa. Para sahabat, tabi'in, dan ulama dari masa ke masa pun menekankan bahwa menyebut kisah para wali dapat menurunkan hujan rahmat.

Semoga buku ini turut menjadi sarana penghapus dosa sekaligus pencucur rahmat Ilahi tiada tara. Amin!



Penulis: H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. MA.
Penerbit: Aswaja Pressindo Yogyakarta
Harga: Rp 45.000.-

   

SABDA SUFISTIK

Sinopsis:

Nuansa sufistik yang telah lama tumbuh dan berkembang di Nusantara, kini mengalami sebuah pergeseran paradigma baru; dari tasawuf klasik menuju tasawuf yang baru dan menyegarkan. Walaupun dalam perjalanannya, acapkali dinodai dengan tuduhan sesat bagi tasawuf, namun kualitas dan kuantitasnya kian menuju puncak yang tertinggi. Di tengah derasnya arus post-modernisme, hedonisme, materialisme da kapitalisme, hanya tasawuflah yang berani tampil apa adanya, sejuk dan penuh dengan nilai-nilai progresifitas. Eksistensi tasawuf berbanding lurus dengan keberadaan agama Islam yang kian diombang-ambingkan oleh politisasi agama.

Dalam buku ini, penulis mengupas tuntas tentang ritual-ritual tasawuf yang tidak hanya kredo, melainkan praktik spiritual yang sarat nilai-nilai sosial dan intelektual. Mungkin, banyak ritual-ritual yang dianggap bid'ah oleh sebagian kalangan, namun buku ini mampu mengelaborasi dengan pendekatan komplementer; saling melengkapi antara teks suci dengan rasio, ibadah sosial dengan intelektual. Sehingga pembaca akan dibawa ke dalam alam tasawuf yang realistis. Mengkaji jantung tasawuf sebagai nyawa keberagamaan yang selalu aktual. Sebab tasawuf adalah pencapaian spiritual secara kualitatif, bukan hanya sekedar sesuai dengan zaman, tapi melampaui dimensi ruang dan waktu. Maka, tak akan pernah terjangkau oleh sikap keberagamaan yang dangkal. Seperti kaum puritan (Wahabisme) yang menganggap bahwa tasawuf merupakan sinkretisme antar agama-agama (dakhil 'ala al-Islam).

Saudara saya, Tuan Guru KH. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. melalui buku ini adalah sosok yang mencoba menerobos antara serangan kaum puritan dan pemaknaan tasawuf yang bebas ruang dan waktu. Tak hanya melalui kajian dan riset ilmiah, tapi beliau juga sebagai salik (murid) atau mutasawwif juga mengalaminya sebagai pengalaman spiritual. Tentunya, jarang sekali sang mutasawwif berhasil mencapai titik kulminasi tanpa bantuan seorang mahaguru spiritual (wali mursyid).

Di bawah bimbingan sang mahaguru, penulis tak diragukan lagi keberanian dan kejeliannya dalam merangkai antara argumen religius (dalil) dengan pengalaman spiritual.

Sungguh menakjubkan! Sebuah buku yang hampir belum pernah ditemui di Indonesia. Layak bila buku ini kemudian menjadi acuan ritual-ritual tasawuf yang sebenarnya bermakna tinggi dalam kehidupan dan kematian. Sebab setiap gerak-gerik para sufi adalah anugerah Ilahi yang tidak akan setiap orang mampu merasakan kelezatannya. Akhirnya, saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini.

KH. Husni Hidayat
Direktur Institut al-Kibrit al-Ahmar 
Koordinator Cafe Sufi JATMNU Mesir 2006/2007
Penulis buku Tasawyf Revolusioner   

Penulis: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc.
Penerbit: Mahameru Press Yogyakarta
Harga: Rp 40.000.-


 

TATA BAHASA SUFI

Sinopsis:

Dalam rangka menekuni dan mendalami tata bahasa Arab (ilmu nahwu), hampir semua perguruan Islam dan pondok pesantren di tanah air maupun di berbagai penjuru dunia telah menjadikan kitab Matan Jurumiyah karya Imam Sinhaji sebagai buku panduan paling dasar.

Puluhan kitab yang telah men-syarah (menjelaskan) Matan Jurumiyah pun dipelajari dan dikhatamkan berkali-kali. Namun yang jarang disadari komunitas santri maupun kiai adalah Matan Jurumiyah tidak hanya mengajarkan kaidah-kaidah dasar bahasa Arab saja, namun juga menyirat nilai-nilai spirit yang patut diluncurkan dan dihayati dalam-dalam, demi mencetak generasi yang tidak hanya ahli bahasa Arab, tapi juga ahli tasawuf dan akhlak sebagai bahasa hati dan ruh.

Dan yang aneh tapi nyata adalah kata ajurrum sendiri dalam bahasa Berber berarti al-faqir as-sufi (sufi jelata), dengan demikian maka kitab Matn al-Jurumiyyah dapat juga diberi nama lain, yakni Matn as-Sufiyyah.

Konon dikisahkan bahwa Imam as-Sinhaji ra seusai menulis Matan Jurumiyah-nya, beliau membuangnya ke laut sambil berdoa: "Ya Allah, bila kitab ini aku tulis dengan ikhlas karena-Mu, maka jangan basahkan ia", dan ternyata kitab itu tetap kering meskipun lama berenang di lautan.

Diriwayatkan pula oleh Syaikh al-Kafrawi bahwasanya Imam as-Sinhaji ra senantiasa menghadap kiblat selama menulis Matan Jurumiyah-nya.

Walhasil, melalui buku ini akan terkupaslah nilai-nila tasawuf yang dikandung Matan Jurumiyah tersebut, yang telah diungkap oleh Imam Ibnu Ajibah al-Hasani dengan syarah-nya yang diberi nama al-Futuhat al-Quddusiyyah, dan selanjutnya disaring oleh Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhani ra dalam ringkasannya yang berjudul Munyatul Faqir al-Mutajarrid wa Siratul Murid al-Mutafarrid.

Dua kitab di atas mungkin sudah diterjemahkan sebelumnya ke dalam bahasa Indonesia, dan mungkin juga belum pernah dikenal ataupun didengar namanya. Apapun kenyataannya, terjemahan yang diberi nama Tata Bahasa Sufi ini lebih cenderung kepada alih bahasa kontekstual yang berpihak kepada metode suluk kontemporer.

Di samping melakukan filterisasi seperlunya, penerjemah sebagai salah seorang pengamal tarekat, sedikit menambahkan beberapa racikan sufistik modern sehingga buku ini menjadi lebih segar untuk dihidangkan di masa kini. Tentu lebih sedap lagi buku ini dicerna oleh mereka yang mengerti dasar-dasar ilmu nahwu maupun prinsip-prinsip tarekat sufi di bawah tuntunan dan bimbingan seorang wali.

Selamat menjiwai. 

Penulis: H. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA
Penerbit: BPPNW Mataram
Harga: Rp 30.000.-

 

SEPUTAR FIQIH WANITA LENGKAP

Sinopsis:

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan serta telah memberikan pertolongan kepada kita, sehingga kita masih mampu mengerjakan perintah-perintah Allah.

Dewasa ini wanita Islam berada dalam dua kekuatan: satu sisi menariknya untuk berbuat baik, sisi lain menariknya untuk berbuat kemungkaran. Sehingga tidak sedikit wanita di zaman ini yang berbuat mungkar, bahkan semakin hari kian bertambah.

Berangkat dari kerisauan hati melihat fenomena itu, maka sebisa mungkin penulis mencoba untuk sedikit memberikan pencerahan demi menuju akhlakul karimah bagi seorang Muslimah.

Buku ini insya Allah akan sangat dibutuhkan oleh para wanita, karena di dalamnya berisi tentang pengetahuan Islam; mulai dari tata cara bersuci, tata cara shalat, tata cara puasa, haji, talak-cerai, dan hal-hal yang berkenaan dengan akhlak wanita.

Disadari, barangkali masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penyajian materi dalam buku ini, baik redaksionalnya maupun khat Arabnya. Atau dijumpai kesalahan-kesalahan yang cukup mengganggu. Semua itu bukan karena kesengajaan, tapi karena kekhilafan penulis sebagai manusia biasa. Semoga Allah mengampuni.

Diharapkan buku ini bermanfaat bagi para wanita untuk menyempurnakan ibadah dan akhlaknya sehari-hari.  



Penulis: KH. Syafi'i Abdullah
Penerbit: Arkola
Harga: Rp 22.000.-

 

RISALAH HAID, NIFAS DAN ISTIHADLAH

Penulis: Sayyid Abdur Rahman bin Abdullah As-Segaf
Penerjemah: Moh. Rumaizijat bin Sholih
Penerbit: Ba 'Alawy Press
Harga: Rp 30.000.-

Sinopsis:

Buku yang ada di tangan Anda ini merupakan hasil transliterasi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Judul asli buku ini adalah al-Ibanah wa al-Ifadhah fi Ahkam al-Haidh wa al-Nifas wa al-Istihadhah. Selanjutnya, setelah diterjemahkan dan dikomentari, buku ini diberi nama Risalah Haid, Nifas dan Istihadlah. 

Adapun motif yang mendorong kami untuk menerjemahkan buku tersebut adalah: Pertama, sebagai pentuk kepatuhan kami kepada perintah Syaikhina KH. Sholahuddin, yang telah secara langsung memerintahkan kami untuk menerjemahkannya. 

Kedua, dari pengetahuan kami, cukup banyak dari kalangan wanita muslimah yang tidak mengerti mengenai masalah haid, walaupun wanita itu sudah beberapa tahun tinggal di pesantren. Apalagi bagi mereka yang tidak pernah merasakan dinginnya lantai pesantren.

Untuk itulah, dengan segenap kemampuan, kami mencoba menerjemahkan buku tersebut agar lebih mudah untuk dipelajari. Karena tidak asing lagi bahwa bahasa ibu (baca: bahasa Indonesia) jelas lebih dapat dimengerti dan disenangi daripada bahasa orang lain.

Produk Terlaris